Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2024

Museum Polri - Sejarah, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Museum Polri merupakan museum yang memperlihatkan perjalanan panjang Kepolisian Negara Republik Indonesia kepada masyarakat, di dalam tugasnya sebagai pelindung serta penjaga ketertiban di dalam masyarakat, dan juga sebagai kekuatan perang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Museum ini terletak di Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan dan dekat dengan Museum Satria Mandala . Gambar : Gedung Museum Polri (Google Maps/Museum Polri) Sejarah Museum Polri Mengutip dari laman Asosiasi Museum Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terbentuk dari perjalanan sejarah yang panjang dari masa penjajahan kolonial Belanda dan masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di awal terbentuknya, Polri tidak harus menjalankan tugas kepolisian sebagai pelindung dan penjaga ketertiban masyarakat tetapi juga mendapat tugas sebagai kekuatan perang dalam perjuangan bersenjata mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dalam perjalanan sejarah Indonesia, Polri turut andil dalam menumpas berbagai pemberon...

Museum Layang-Layang Indonesia - Sejarah, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Museum Layang-Layang Indonesia merupakan museum yang berlokasi di Jl. H. Kamang, Jakarta Selatan dan pertama di Indonesia yang diresmikan pada tanggal 21 Maret 2003 oleh I Gede Ardika (Menteri Kebudayaan dan Pariwisata). Gambar : Gedung Museum Layang-Layang (Google Maps/Muchamad Irfan) Sejarah Museum Layang-Layang Indonesia Layang-layang merupakan permainan tradisional yang dimainkan dengan cara menerbangkannya ke udara. Tidak hanya berfungsi sebagai permainan saja, tetapi bisa dilibatkan dalam sebuah ritual tertentu. Berbagai bangsa di belahan dunia sudah pasti mengenal permainan layang-layang. Atas dasar itulah yang membuat para komunitas layang-layang untuk mendirikan sebuah museum. Di dalam museum tersebut, para komunitas layang-layang akan mengumpulkan berbagai jenis layang-layang dari mancanegara dan menjaga koleksi tersebut agar bisa dinikmati keindahannya dan dipelajari teknologinya. Museum ini didirikan oleh Endang W. Puspoyo , seorang pakar kecantikan yang menekuni dunia lay...

Museum DPR RI - Sejarah, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Museum DPR RI atau Museum Dewan Perwakilan Rakyat Repubik Indonesia merupakan museum khusus yang menampilkan informasi dan koleksi tentang sejarah lembaga parlemen di Indonesia sejak masa penjajahan Belanda ( Volksraad  atau  Dewan Rakyat ) hingga berdiri dengan nama DPR RI. Museum ini berlokasi di dalam Kompleks MPR/DPR/DPD tepatnya di lantai 2 Gedung Nusantara. Saat ini museum tersebut dikelola oleh Bagian Humas dan Pengelolaan Museum Sekretariat Jenderal DPR RI. Gambar : Gedung Museum DPR RI (Website Resmi Museum) Sejarah Museum DPR RI Museum ini didirikan pada tanggal 16 Agustus 1991, tepatnya pada saat sidang umum MPR RI tahun 1991. Pencetus berdirinya museum ini berdasarkan pada niat Wakil DPR RI Periode 1987-1992 ( Djaelani Naro ), dengan tujuan mengumpulkan koleksi-koleksi yang berhubungan dengan aktivitas lembaga parlemen di Indonesia, sejak masih bernama Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) hingga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pada tanggal 13 November 1990, dibentuklah seb...

Museum Ahmad Yani - Sejarah, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Museum Ahmad Yani atau biasa disebut dengan Museum Sasmita Loka Ahmad Yani merupakan museum pahlawan nasional yang terletak di Jl. Lembang dan Jl. Latuharhary, Jakarta Pusat dan dekat dengan Museum Perumusan Naskah Proklamasi , Museum Jenderal Besar Dr. A. H. Nasution , serta Museum MH Thamrin . Museum ini terletak tak jauh dari  Vihara Buddha Metta Arama , dan  Gereja Santo Ignatius Loyola . Gambar : Gedung Museum Ahmad Yani (Wikimedia/Naid Ndeso) Sejarah Museum Ahmad Yani Bangunan ini didirikan sekitar tahun 1930 – 1940 pada saat pembangunan wilayah Menteng dan Gondangdia, awalnya bangunan ini digunakan sebagai rumah tinggal para pejabat maskapai swasta asal Belanda. Namun, pada tahun 1950, rumah ini dikelola oleh Dinas Perumahan Tentara dan dihuni oleh  Letjen Ahmad Yani  sebagai perwira tinggi TNI AD (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat) dengan jabatan terakhir sebagai Menteri/Panglima Angkatan Darat RI. Ru...

Museum MH Thamrin - Sejarah, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Museum MH Thamrin atau biasa disebut dengan Museum Mohammad Hoesni Thamrin merupakan sebuah museum sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang berlokasi di Jl. Kenari II, Jakarta Pusat dan dekat dengan Museum Joang 45 serta Museum Jenderal Besar Dr. A. H. Nasution . Museum ini memiliki tujuan yang sejalan seperti museum nasional/internasional pada umumnya untuk mengembangkan nilai-nilai perjuangan Negara Republik Indonesia serta menginformasikan kota Jakarta sebagai kota juang. Gambar : Gedung Museum MH Thamrin (Google Maps/Eka Putri) Sejarah Museum MH Thamrin Pada masa penjajahan Belanda, Mohammad Hoesni Thamrin membeli sebuah bangunan dari seorang pria asal Belanda yang bernama Meneer de Has . Lalu bangunan tersebut dihibahkan untuk dijadikan sebuah gedung sebagai tempat berkumpulnya rakyat Indonesia dari berbagai golongan dan kelompok politik dengan tujuan menyatukan tekad untuk kemerdekaan. Bangunan ini tidak hanya menjadi tempat mengajar pendid...

Museum Jenderal Besar Dr. A. H. Nasution - Sejarah, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Museum Jenderal Besar Dr. A. H. Nasution atau biasa disebut Museum Abdul Haris Nasution merupakan salah satu museum pahlawan nasional yang berlokasi di Jl. Teuku Umar, Jakarta Pusat dan dekat dengan Museum Perumusan Naskah Proklamasi serta Museum MH Thamrin . Gambar : Gedung Museum Jenderal A. H. Nasution (Wikimedia/Naid Ndeso) Sejarah Museum Jenderal Besar Dr. A. H. Nasution Awalnya museum ini merupakan tempat kediaman milik dari Bapak Dr. A. H. Nasution yang ditempati bersama dengan keluarganya sejak menjabat sebagai KSAD pada tahun 1949 hingga wafatnya pada tanggal 6 September 2000. Selanjutnya pada tanggal 29 juli 2008, keluarga dari Bapak Dr. A. H. Nasution pindah rumah sejak dimulainya renovasi rumah pribadi tersebut menjadi museum. Di tempat kediamannya ini, Jenderal Besar DR. Abdul Haris Nasution telah menghasilkan banyak sekali karya juang yang dipersembahkan untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Di tempat ini jugalah pada tanggal ...

Museum Trisakti - Sejarah, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Museum Trisakti atau biasa disebut dengan Museum Tragedi 12 Mei merupakan museum yang dibentuk sebagai tempat dokumentasi peran aktif para mahasiswa Trisakti dalam memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia. Museum ini merceritakan secara singkat mengenai 4 mahasiswa yang tertembak pada tanggal 12 Mei 1998. Di dalam museum tersebut terdapat artikel-artikel singkat, kumpulan berita dari surat kabar, ornamen, foto demonstrasi, foto para almarhum dan barang peninggalan mereka. Gambar : Gedung Museum Trisakti (Caritau.com) Sejarah Museum Trisakti Museum ini dibangun dengan latar belakang gerakan mahasiswa pada tahun 1998, saat mahasiswa perguruan tinggi di seluruh Indonesia mengadakan kegiatan demonstrasi untuk menuntut reformasi di Indonesia. Mahasiswa Universitas Trisakti sebagai bagian dari mahasiswa Indonesia yang turut serta dari gerakan yang berupa aksi damai tersebut. Gerakan tersebut mencapai puncaknya ketika 4 mahasiswa Universitas Trisakti (Elang Mulia Lesmana, Hafidhin Royan...

Museum Perumusan Naskah Proklamasi - Sejarah, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Museum Perumusan Naskah Proklamasi atau biasa disingkat dengan nama Munasprok merupakan bangunan yang dibuat sebagai monumen peristiwa proses perumusan naskah proklamasi kemerdekaan di Indonesia. Bangunan tersebut didirikan pada tahun 1920 dengan luas tanah 3.914 meter persegi dan luas 1.138 meter persegi dengan gaya arsitektur Eropa yang berlokasi di Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat dan dekat dengan Museum Jenderal Besar Dr. A. H. Nasution serta Museum Ahmad Yani . Gambar : Gedung Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Google Maps/Museum Perumusan Naskah Proklamasi) Sejarah Museum Perumusan Naskah Proklamasi Sebelum diresmikan sebagai museum, bangunan Munasprok pertama kali dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya . Selanjutnya bangunan itu diambil alih oleh  British Consul General  pada saat perang pasifik hingga Jepang masuk ke Indonesia dan mengambil alih. Pada masa penjajahan Jepang, bangunan ini menjadi tempat kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda , beliau mer...

Museum Sumpah Pemuda - Sejarah, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Museum Sumpah Pemuda merupakan museum yang berisikan tentang sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang berlokasi di Jl. Kramat 106, Jakarta Pusat dekat dengan Museum Joang 45 . Museum ini memiliki koleksi-koleksi foto dan benda-benda yang berhubungan dengan sejarah Sumpah Pemuda 1928, serta kegiatan-kegiatan dalam pergerakan nasional kepemudaan Indonesia. Gambar : Gedung Museum Sumpah Pemuda (Wikimedia/Naid Ndeso) Sejarah Museum Sumpah Pemuda Dulunya museum yang berlokasi di Jl. Kramat 106 ini merupakan sebuah kos-kosan atau rumah singgah bagi para pelajar atau mahasiswa yang dimiliki oleh  Sie Kong Lian . Beberapa tokoh pergerakan Indonesia yang pernah tinggal di dalam gedung ini, diantaranya : Muhammad Yamin Aboe Hanifah Amir Sjarifuddin Soegondo Djojopoespito Setiawan Soejadi Mangaradja Pintor A.K. Gani Mohammad Tamzil Assaat dt Moeda Pada tahun 1925, bangunan yang berlokasi di Jl. Kramat 106 ini menjadi tempat tinggal bagi para pelajar atau mahasiswa yang tergabung...

Museum Joang 45 - Sejarah, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Museum Joang 45 atau biasa disebut dengan Gedung Joang 45 merupakan salah satu museum yang berlokasi di Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat dan dekat dengan Monumen Nasional , Museum Sumpah Pemuda serta Museum MH Thamrin . Saat ini museum tersebut dikelola oleh pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Pada tanggal 10 November 1970, diletakkanlah batu pertama sebagai simbol awal pembangunan Gedung Joang 45 yang bertepatan dengan Hari Pahlawan. Peletakan batu pertama kali dilakukan oleh Siti Johana Menara Saidah , kemudian dilanjutkan oleh  S.K. Trimurti  dan Wali Kota Jakarta Pusat  Eddy Djadjang Djajaatmadja . Museum ini diresmikan pada tahun 1974 oleh  Presiden Soeharto . Gambar : Gedung Museum Joang 45 (Google Maps/Jakarta Tourism) Sejarah Museum Joang 45 Pada masa penjajahan Belanda, gedung yang dibangun sekitar tahun 1920-an ini awal mulanya merupakan sebuah hotel yang dikelola oleh keluarga “ L.C. Schomper ”, seorang berkebangsaan asal Belan...

Museum Tekstil - Sejarah, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Museum Tekstil diresmikan oleh Ibu Tien Suharto (Istri Presiden Indonesia Kedua) pada tanggal 28 Juni 1976. Lokasi museum berada di Jl. K.S. Tubun, dekat dengan pasar tanah abang. Dibangunnya museum tersebut dengan tujuan untuk melestarikan budaya tekstil di Indonesia. Sedangkan untuk visinya, untuk menjadikan museum sebagai pusat pelestarian Wastra Indonesia (Kain tradisional yang sarat akan makna budaya nusantara) dan sebagai kunjungan wisata seni dan budaya yang bertaraf Internasional. Gagasan ini pun didukung oleh Wastraprema (Komunitas pencinta kain, tenun dan batik Indonesia). Selain sebagai museum, bangunan ini merupakan situs cagar budaya yang diresmikan pada tanggal 27 Februari 1988. Gambar : Gedung Museum Tekstil (Google Maps/Takadarasa) Sejarah Museum Tekstil Sebelum menjadi museum, dulunya bangunan tersebut merupakan rumah pribadi milik warga asal Prancis yang dibangun pada abad ke-19. Kemudian rumah tersebut dibeli oleh konsulat (Pejabat Diplomatik) asal Turki yang berna...