Museum DPR RI atau Museum Dewan Perwakilan Rakyat Repubik Indonesia merupakan museum khusus yang menampilkan informasi dan koleksi tentang sejarah lembaga parlemen di Indonesia sejak masa penjajahan Belanda (Volksraad atau Dewan Rakyat) hingga berdiri dengan nama DPR RI. Museum ini berlokasi di dalam Kompleks MPR/DPR/DPD tepatnya di lantai 2 Gedung Nusantara. Saat ini museum tersebut dikelola oleh Bagian Humas dan Pengelolaan Museum Sekretariat Jenderal DPR RI.

Sejarah Museum DPR RI
Museum ini didirikan pada tanggal 16 Agustus 1991, tepatnya pada saat sidang umum MPR RI tahun 1991. Pencetus berdirinya museum ini berdasarkan pada niat Wakil DPR RI Periode 1987-1992 (Djaelani Naro), dengan tujuan mengumpulkan koleksi-koleksi yang berhubungan dengan aktivitas lembaga parlemen di Indonesia, sejak masih bernama Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) hingga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pada tanggal 13 November 1990, dibentuklah sebuah Panitia Kerja (Panja) yang beranggotakan 10 orang anggota untuk mendirikan museum tersebut.
Dari Panitia Kerja (Panja) tersebut kemudian berdirilah sebuah Yayasan untuk museum yang diketuai langsung oleh Djaelani Naro, dengan tujuan melakukan kajian perencanaan, dan kegiatan kuratorial. Dalam kegiatannya tersebut, dibantu oleh berbagai pihak, antara lain : Civitas Akademika Universitas Indonesia, Pusat Sejarah dan Tradisi ABRI, Ditjen Kebudayaan Depdikbud RI, Yayasan Seni Rupa Indonesia, Ikatan Konsultan Indonesia, dan Himpunan Interior Designer Indonesia. Tidak sampai 1 tahun, Museum tersebut akhirnya diresmikan oleh Ketua DPR RI Periode 1987-1992, Kharis Suhud.
Koleksi Museum DPR RI
Di dalam museum terdapat 360 koleksi yang sudah terdaftar dan menjadi koleksi. Koleksi di museum ini terbagi dalam beberapa jenis, diantaranya : Perangkat Sidang, Memorabilia, Furnitur, Karya Arsitektur, Dokumen, Foto, Peta, Lukisan, Pakaian, Buku, Media Penyaji Data, Media Penyimpan, Perabotan Mesin, Alat Dokumentasi, dan Wadah. Ada juga beberapa koleksi vital yang terdapat di museum, antara lain : Lukisan “Volksraad” (1977), Siteplan CONEFO, Dokumen Prosedur dan Pemilihan Pimpinan DPR Gotong Royong (1965-1966), dan Perangkat Furnitur Sidang Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP KNIP) Yogyakarta. Tidak hanya menyajikan informasi dalam bentuk fisik saja, melainkan terdapat fitur digital sebagai media penyampaian informasi maupun koleksi, antara lain : Wall Projection Mapping, Augmented Reality (AR), dan Mix Multimedia Panel.


Lokasi Museum DPR RI
Harga Tiket Museum DPR RI
Individu/Perorangan
- Gratis
Rombongan/Grup
- Gratis
*Pengunjung Individu/Perorangan dapat langsung masuk melalui pintu masuk tamu dan menukarkan kartu identitas (Kartu Pelajar/KTP) kepada petugas pamdal untuk mendapatkan kartu tamu/pengunjung.
*Pengunjung rombongan/grup dapat mengajukan permohonan kunjungan atas nama sekolah/universitas/organisasi. Untuk syarat dan informasi kunjungan dapat kalian cek melalui link berikut ini : Kunjungan.
*Maksimal untuk kunjungan rombongan/grup adalah 200 orang.
Museum ini juga menyediakan layanan tour virtual yang bisa kalian akses di link berikut ini : Tour Virtual.
Jam Operasional Museum DPR RI
- Buka : Senin – Kamis
- Tutup : Sabtu/Minggu/Libur Nasional
- Jam : Senin – Kamis : 08.00 – 15.00 WIB & Jumat : 09.00 – 15.30 WIB
Cara Menuju Museum DPR RI
KRL Commuter Line
- Dari arah Bekasi transit di Stasiun Manggarai dan di Stasiun Tanah Abang lalu naik KRL tujuan Stasiun Rangkasbitung dan turun di Stasiun Palmerah, setelah itu perjalanan bisa dilanjutkan dengan jalan kaki sejauh 1 km menuju museum yang dituju.
- Dari arah Bogor dan Depok transit di Stasiun Manggarai dan di Stasiun Tanah Abang lalu naik KRL tujuan Stasiun Rangkasbitung dan turun di Stasiun Palmerah, setelah itu perjalanan bisa dilanjutkan dengan jalan kaki sejauh 1 km menuju museum yang dituju.
- Dari arah Tangerang maka harus transit di Stasiun Duri lalu naik kereta tujuan Stasiun Manggarai dan turun di Stasiun Tanah Abang, setelah itu naik KRL tujuan Stasiun Rangkasbitung dan turun di Stasiun Palmerah, dari Stasiun Palmerah perjalanan bisa dilanjutkan dengan jalan kaki sejauh 1 km menuju museum yang dituju.
MRT (Mass Rapid Transit)
Kalian bisa naik MRT dari sepanjang stasiun pemberhentian Lebak Bulus hingga Bundaran HI. Dari arah Lebak Bulus atau Bundaran HI, turun di Stasiun MRT Istora Mandiri. Dari Stasiun MRT Istora Mandiri, dilanjutkan perjalanan dengan menaiki Grab/Gojek menuju museum yang dituju.
Transjakarta
Halte Transjakarta yang terdekat dari museum adalah Halte Petamburan. Transjakarta yang melayani penumpang di Halte Petamburan yakni Transjakarta koridor 9A (Kali Grogol – Cililitan), 3F (Gelora Bung Karno – Kalideres), 9 (Pinang Ranti – Pluit), 10H (Tanjung Priok – Bundaran Senayan), 9E (Jelambar – Pasar Kebayoran Lama), dan T11 (Petamburan – Poris Plawad).
Komentar
Posting Komentar